Minggu, 04 November 2018

*SADAR 72* *DOKTRIN SEKOLAH MENUJU PERUBAHAN*



Pasar Rakyat Chatuchak merupakan tempat destinasi belanjaan terbesar di Bangkok meski dibuka hanya Sabtu Minggu namun pembelinya selalu berjubel. Tidak hanya menyediakan souvenir yang harganya terjangkau, namun juga kuliner khas Thailand yang bisa dinikmati saat berbelanja. Wisatawan lokal maupun manca negara ramai berkunjung ke pasar ini. Ramainya pasar hal yang lumrah saja seperti pasar-pasarnya wisatawan di Indonesia, namun yang buat saya takjub adalah bersihnya pasar dari sampah. Jangankan serakan sampah, plastik bekas permen pun tidak kelihatan bahkan untuk meludahpun kita sungkan. Daun yang jatuh segera saja disambar oleh petugas kebersihan yang seperti rubbish watch di pasar. Tidak ada tulisan jangan buang sampah sembarangan, namun pasarnya bersih karena kesadaran sama-sama menjaga.

Pusat keramaian publik di Bangkok semuanya relatif bersih. Di stasiun Kereta Api BTS (Bangkok Train System), menenteng makanan dan minuman yang sedang dikonsumsi merupakan larangan keras, langsung ditegur petugas. Masuk ke area tunggu train, tidak ada makanan yang dikonsumsi, apalagi di dalam gerbong kereta. Artinya yang berpotensi jadi serakan sampah sudah duluan di antisipasi, sehingga tidak ada sampah yang menjadi buruknya pemandangan kota.

Pada rekan saya sesama koordinator seminar online SEAMEO, bu Siti Zulaiha, IGIers dari Baturetno Jawa Tengah, saya sampaikan, “inilah dampak doktrin sekolah yang benar, membuat lingkungan jadi lebih baik”. Saya yakin anak-anak di Thailand dibina pendidikan karakternya di sekolah sehingga menjadi lebih tertib, lebih disiplin, menghargai orang lain hingga pantang memotong antrian dan berlaku hidup bersih. Doktrin itu dibawa pulang ke rumah, orangtua mana tak tersindir lalu mengikuti kebiasaan baik anaknya, bukankah itu esensi pendidikan, menghadirkan keteladanan lalu menjadi pembiasaan yang menata kehidupan lebih baik.

Pendidikan karakter adalah doktrin sikap yang melekat kuat sepanjang hayat mulai digalakkan di Indonesia setelah Pendidikan Moral Pancasila hilang dari kurikulum. Pendidikan karakter menjiwai seluruh bidang studi di sekolah. Salah satu metode yang sedang dikembangkan adalah Living Values Educational Program. Dari website-nya saya pahami bahwa Living Values Education (LVE) adalah cara mengkonseptualisasikan pendidikan yang mempromosikan pengembangan komunitas pembelajaran berbasis nilai karakter lalu menempatkan pencarian makna dan tujuan kehidupn di jantung pendidikan. LVE menekankan nilai dan integritas setiap orang terlibat dalam penyediaan pendidikan, di rumah, sekolah dan masyarakat. Dalam menumbuhkan kualitas pendidikan, LVE mendukung pengembangan keseluruhan individu dan budaya positif nilai-nilai di setiap masyarakat dan di seluruh dunia, percaya bahwa pendidikan adalah kegiatan yang bertujuan dirancang untuk membantu umat manusia untuk berkembang.

SADAR 72 menghadirkan narasumber dari LVE Program, Fidelis Wawuru, M.Sc.Ed yang akan memaparkan gagasan LVE untuk internalisasi pendidikan karakter di sekolah sehingga menjadi doktrin bagi siswa yang berguna dalam kehidupan nyata. Ditemani oleh Founder Maluku Belajar sebagai Host, Yandri Suyono, SADAR 72 membuka cakrawala kita betapa pentingnya pendidikan karakter di sekolah.

Saksikan secara online melalui video conference, meski berdaster dan bersarung, meski cemilan seadanya yang penting pengetahuan tak ternilai. Gabung bersama kami untuk wahana pengetahuan bermakna.
Ikuti tautan Join di www.webex.com
Input room number : 577 653 382
Password : 12345

SADAR, Sajian Edukasi Menginspirasi Negeri

Aceh, 17 Oktober 2018
Koordinator SADAR

KHAIRUDDIN

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus