Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Kamis, 06 Desember 2018

solusi praktis membuat raport sederhana dengan mail merge




langkah-langkah
1. buat format raport
2. buat basis data nilai
3. gabungkan dengan mailmerge

bahan-bahan
1. FORMAT RAPORT
2. DATA NILAI SISWA

Minggu, 04 November 2018

*SADAR 72* *DOKTRIN SEKOLAH MENUJU PERUBAHAN*



Pasar Rakyat Chatuchak merupakan tempat destinasi belanjaan terbesar di Bangkok meski dibuka hanya Sabtu Minggu namun pembelinya selalu berjubel. Tidak hanya menyediakan souvenir yang harganya terjangkau, namun juga kuliner khas Thailand yang bisa dinikmati saat berbelanja. Wisatawan lokal maupun manca negara ramai berkunjung ke pasar ini. Ramainya pasar hal yang lumrah saja seperti pasar-pasarnya wisatawan di Indonesia, namun yang buat saya takjub adalah bersihnya pasar dari sampah. Jangankan serakan sampah, plastik bekas permen pun tidak kelihatan bahkan untuk meludahpun kita sungkan. Daun yang jatuh segera saja disambar oleh petugas kebersihan yang seperti rubbish watch di pasar. Tidak ada tulisan jangan buang sampah sembarangan, namun pasarnya bersih karena kesadaran sama-sama menjaga.

Pusat keramaian publik di Bangkok semuanya relatif bersih. Di stasiun Kereta Api BTS (Bangkok Train System), menenteng makanan dan minuman yang sedang dikonsumsi merupakan larangan keras, langsung ditegur petugas. Masuk ke area tunggu train, tidak ada makanan yang dikonsumsi, apalagi di dalam gerbong kereta. Artinya yang berpotensi jadi serakan sampah sudah duluan di antisipasi, sehingga tidak ada sampah yang menjadi buruknya pemandangan kota.

Pada rekan saya sesama koordinator seminar online SEAMEO, bu Siti Zulaiha, IGIers dari Baturetno Jawa Tengah, saya sampaikan, “inilah dampak doktrin sekolah yang benar, membuat lingkungan jadi lebih baik”. Saya yakin anak-anak di Thailand dibina pendidikan karakternya di sekolah sehingga menjadi lebih tertib, lebih disiplin, menghargai orang lain hingga pantang memotong antrian dan berlaku hidup bersih. Doktrin itu dibawa pulang ke rumah, orangtua mana tak tersindir lalu mengikuti kebiasaan baik anaknya, bukankah itu esensi pendidikan, menghadirkan keteladanan lalu menjadi pembiasaan yang menata kehidupan lebih baik.

Pendidikan karakter adalah doktrin sikap yang melekat kuat sepanjang hayat mulai digalakkan di Indonesia setelah Pendidikan Moral Pancasila hilang dari kurikulum. Pendidikan karakter menjiwai seluruh bidang studi di sekolah. Salah satu metode yang sedang dikembangkan adalah Living Values Educational Program. Dari website-nya saya pahami bahwa Living Values Education (LVE) adalah cara mengkonseptualisasikan pendidikan yang mempromosikan pengembangan komunitas pembelajaran berbasis nilai karakter lalu menempatkan pencarian makna dan tujuan kehidupn di jantung pendidikan. LVE menekankan nilai dan integritas setiap orang terlibat dalam penyediaan pendidikan, di rumah, sekolah dan masyarakat. Dalam menumbuhkan kualitas pendidikan, LVE mendukung pengembangan keseluruhan individu dan budaya positif nilai-nilai di setiap masyarakat dan di seluruh dunia, percaya bahwa pendidikan adalah kegiatan yang bertujuan dirancang untuk membantu umat manusia untuk berkembang.

SADAR 72 menghadirkan narasumber dari LVE Program, Fidelis Wawuru, M.Sc.Ed yang akan memaparkan gagasan LVE untuk internalisasi pendidikan karakter di sekolah sehingga menjadi doktrin bagi siswa yang berguna dalam kehidupan nyata. Ditemani oleh Founder Maluku Belajar sebagai Host, Yandri Suyono, SADAR 72 membuka cakrawala kita betapa pentingnya pendidikan karakter di sekolah.

Saksikan secara online melalui video conference, meski berdaster dan bersarung, meski cemilan seadanya yang penting pengetahuan tak ternilai. Gabung bersama kami untuk wahana pengetahuan bermakna.
Ikuti tautan Join di www.webex.com
Input room number : 577 653 382
Password : 12345

SADAR, Sajian Edukasi Menginspirasi Negeri

Aceh, 17 Oktober 2018
Koordinator SADAR

KHAIRUDDIN

*SADAR 74* *MEREBUT PROFESI GURU*





*SADAR 74*
*MEREBUT PROFESI GURU*

Sudah dua kali saya mendengar secara langsung dari pak Muhadjir Effendy Mendikbud RI tentang belum jelasnya keprofesian guru di negara kita. Kali pertama saat Simposium Guru Nasional di SCC Jakarta tahun 2016 dan yang kedua di JCC saat Rakornas IGI 28 September 2018 yg lalu. Sebagai profesi, guru mestinya seperti dokter, jelas beliau. Tugas dokter tidak boleh dan tidak dapat digantikan oleh yang bukan dokter. Jika ada yang berani, bahkan bisa masuk bui , dicap sebagai dokter palsu atau gadungan. Tetapi bagaimana dengan profesi guru? Hingga hari ini, masih ditemukan peran guru yang digantikan oleh orang dengan profesi macam-macam. Ada polisi, tentara, dokter, bahkan lulusan SMA ‘berani’ mengajar. Anehnya tidak dimasalahkan bahkan tak jarang mereka muncul sebagai pahlawan.

Jika pak mendikbud sendiri merasa ada yang perlu ditingkatkan tentang keprofesian guru, berarti memang ada yang perlu dievaluasi oleh kita sebagai guru. Tetapi harus mulai dari mana?

PKG salah satunya. Tentu kita mengenal PKG atau Penilaian Kinerja Guru. PKG yang memuat empat proses yang cukup panjang merupakan hal yang sangat penting. Dalam setahun guru harus melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, pemberian penilaian hingga pelaporan. Dalam masa PKG guru juga wajib melaksanakan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) termasuk juga PIKI (Publikaai Ilmiah dan Karya Inovatif) yang menjadi bagian dari PKB. Selanjutnya hasil PKG juga digunakan sebagai dasar usulan penetapan angka kredit kepada tim penilai angka kredit. Bukan sekedar itu, PKG dengan kata lain merupakan proses untuk meyakinkan semua pihak bahwa seorang guru adalah profesional, karena keseluruhan proses pelaksanaan tugas-tugas kita sebagai guru itu menjadi tolok ukur kinerja kita.

Usaha untuk meningkatkan kompetensi sebagai guru tidak melulu kebutuhan guru baru atau untuk naik pangkat, tetapi semestinya harus lebih dari itu. Profesi kita semestinya hanya menjadi hak kita, tak boleh yang lain. Oleh karena itu pengetahuan kita sebagai guru tentang PKG, PKB dan PIKI masih harus terus kita upgrade, kita update seperti melalui tayangan Sadar 74 Rabu malam 31 Oktober 2018 ini. Narasumber dari Timur Indonesia, Budi Saban Cahyono, M.Pd Ketua IGI Kabupaten Sorong yang pengalamannya segudang sebagai multi instruktur ini akan membawakan tema terkait *Jejak Karya, Potensi dan Inovasi Guru melalui PKG, PKB dan PIKi*. Ditemani host dari Bogor Jawa Barat yang tak asing lagi, bu Umi Tira Lestari, .S.E. M.Ak tayangan Sadar 74 kali ini sayang bila dilewatkan.

Tidak sedikit permasalahan di lapangan terkait PKG, PKB atau PIKI ini yang mungkin saja menjadi ganjalan peningkatan keprofesional kita sebagai guru. Mari luangkan waktu bapak, ibu untuk hadir dalam Sarasehan Sadar IGI ke 74 berdiskusi langsung dengan narasumber yang juga merupakan instruktur nasional. Tidak perlu berpakaian wah dan makanan mewah. Cukup paket data, dan kudapan buah, akan menemani diskusi malam yang bernas dan bermanfaat.

Selasa, 23 Oktober 2018

Temu Kolegial Teknologi Pendidikan IV, Kongres APS-TPI dan Seminar Nasional




agenda acara :

Serang,(23/10/2018) Pascasarjana Untirta menyelenggarakan Temu Kolegial Teknologi Pendidikan ke IV, Kongres APS-TPI dan Seminar Nasional yang dlaksanakan di Le Semar Hotel Kota serang, Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Untirta Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. H. Fatah Sulaiman, ST., MT, Direktur Pasca Sarjana Untirta Dr. H. Suherman, M.Pd, para peserta tamu dari beberapa Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Ketua penyelenggara kegiatan Dr. Luluk Asmawati, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan sinergi dari civitas akademika Pascasarjana Untirta dan APS-TPI. Nara sumber temu kolegial dan seminar nasional yaitu Dr.Purwanto, M.Pd. (Pustekkom), Dr. Rudi Susilana, M.Si (UPI), Dr.Uwes Anis Chaeruman, M.Pd. (Belmawa Kemenristekdikti), Prof. Dr.H.Sholeh HIdayat, M.Pd. (Rektor Untirta), dan Prof.Dr.H. Hamzah Uno, M.Pd. (Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo). Rangkaian Temu Kolegial Teknologi Pendidikan ke IV dilaksanakan pada 23 sampai dengan 26 Oktober 2018. Pada 23 dan 26 Oktober 2018 kegiatan visiting professor dan visiting lecture dihadiri oleh 5 guru besar dan 17 dosen bergelar Doktor, 109 mahasiswa Program Studi Magister Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 24 Oktober temu kolegial dan konggres APSTPI dihadiri delegasi dari 17 PTN dan 9 PTS. Pada 25 Oktober Seminar Nasional dihadiri oleh 160 peserta dan pemakalah. Seluruh kegiatan dilaksanakan di hotel Le Semar Kota Serang Provinsi Banten. Terwujudnya kegiatan ini diawali dengan tahap diskusi dengan internal dengan pimpinan universitas dan APSTPI dengan pertimbangan akademik dan kebermanfaatan untuk kemajuan program studi dan institusi.
Direktur Pascasarjana Untirta Dr. H Suherman, M.Pd mengatakan kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu mudah-mudahan Bapak dan Ibu nyaman selalu betah sehingga Untirta ini Sebagai penyelenggara temu kolegial Prodi teknologi pendidikan dan Pascasarjana Untirta dipercaya menyelenggarakan Temu kolegial dan tentu ini banyak manfaat yang kami dapati dari kegiatan tersebut. Prodi teknologi pembelajaran berkembang makin maju dan menjadi andalan untuk menciptakan mutu pendidikan di Indonesia.
Rektor Untirta Dr. H Sholeh Hidayat, M.Pd dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara serta menyampaikan selamat datang dan berterima kasih sungguh bagi kami merupakan motivasi baru dan inspirasi baru bawa hadirnya teman-teman kolegial ini pada ilmu teknologi pendidikan ini dimana Untirta pengasuh program studi pada program pascasarjana dan tadi sore sudah diselenggarakan receiving profesor tentu saja bagi para mahasiswa tentu ada sebuah penyegaran refreshing dan penambahan wawasan dan keilmuan di bidang teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran Untirta kita berharap dari kegiatan 4 kegiatan ini mulai dari temu kolegial kemudian seminar nasional akan di akan dihasilkan ikrar ikrar yang akan memberikan kontribusi untuk kemajuan pendidikan Indonesia sesuai dengan makna dan pendidikan itu bagaimana kita memfasilitasi berkarakter pendidikan, meningkatkan proses pembelajaran sesuai dengan peraturan. Dan kita saat ini sedang mengadakan pada perubahan yang terjadi pada industri oleh kementerian pendidikan tinggi sehingga perguruan tinggi harus cepat respon dengan perubahan tersebut, maka hari ini sampai tanggal 25 nanti akan dihasilkan pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan keilmuan dan ilmu pendidikan demikian juga dalam rangka kongres asosiasi program studi teknologi Indonesia menghasilkan postur dan profil tentang kepemimpinan dari asosiasi ini yang juga mendapatkan apresiasi yang positif.(Anas-Humas)



Selasa, 09 Oktober 2018

HARI GURU 2018




Apakah anda Guru? ✅
Suka menonton film? ✅
Ingin membuat film? ✅

Luar biasaaaaa 💪
Anda pasti GURU HEBAT 👍👍👍

📽 Film adalah ilmu pengetahuan yang dinilai sebagai media tepat dalam pendidikan. Cerita-cerita dalam film dianggap media penetrasi yang tepat untuk anak-anak.

📹 Film ini kan gampang diterima, sangat mempengaruhi dan sering menjadi inspirasi anak-anak untuk menirukan karakter tertentu. Ini yang harus ditangkap para guru untuk membangun karakter siswa.

Dalam rangka memperingati Hari Guru 2018 Pengurus Pusat IGI (Ikatan Guru Indonesia) melalui IGI Jakarta Selatan menyelenggarakan Lomba Film Pendek Tingkat Nasional 🇮🇩

Minggu, 07 Oktober 2018

Workshop PKG PAUD Kec. Serang



susunan acara


silahkan registrasi di sini
untuk rekap proses pembuatan APE PAUD 
smoga suskes untuk kita semua 
amin

silahkan diisi formnya klik di bawah ini


media Powerpoint yg bisa di unduh dibawah ini



Selasa, 02 Oktober 2018

MERAIH IMPIAN ARUNGI SEJUTA HARAPAN


SADAR 70


Memperoleh pendidikan tinggi dengan modal yang kecil bukan hal yang sulit bagi banyak orang. Beberapa perusahaan menyiapkan dana-dana keuntungannya untuk beasiswa anak bangsa, begitu pula dengan NGO yang fokus pada bidang pendidikan serta negara-negara luar melalui pemerintahnya menawarkan beasiswa bagi anak-anak Indonesia. Bahkan beberapa negara menawarkan khusus bagi anak-anak tertinggal di Indonesia, seperti Beasiswa Pemerintah Australia bagi Aceh, NTT dan Papua.